Senin, 07 April 2014

BUPATI BERI APRESIASI KEPADA SALIMIN



Salimin, bocah kecil juara MTQ Kategori Anak Tingkat Provinsi Jawa Barat patut berbangga, pasalnya dia mendapatkan apresiasi dari Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch. Suganda karena prestasinya itu. Dihadapan peserta Apel Pagi Lingkup Setda dia dihadirkan kedepan untuk mendapatkan ucapan selamat dari orang nomor satu di Kota Kuda dan Sekda serta pejabat lainnya. Karena prestasinya itu dia mendapatkan uang kadeudeuh dari Pemerintah Kabupaten Kuningan yang secara langsung diberikan oleh Hj. Utje selaku Bupati Kuningan. Didampingi orang tuanya Aef, Salimin tampak sumringah sekaligus bangga diusianya yang masih belia dapat membawa nama harum Kabupaten Kuningan di Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bupati Kuningan berharap Salimin tidak hanya sukses di Ttingkat Provinsi Jawa Barat tetapi juga sukses di tingkat nasional nanti di Batam. Salimin merupakan satu-satunya kafillah Kabupaten Kuningan yang mendapatkan prestasi di ajang MTQ ke-33 ini, akan tetapi perjuangan kita jangan hanya sampai disini, saya harapkan akan muncul Salimin salimin yang lain yang akan mengharumkan Kabupaten Kuningan kedepan.
Sesuai dengan moto MTQ ke-33 ini, Kuningan Mengaji, Kuningan Berprestasi, Kuningan Tilawah, Kuningan Berkah, saya harapkan jangan hanya sebatas moto juang MTQ saja akan tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan mengaji sebagai budaya kita dalam kehidupan bermasyarakat. Karena niscaya dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an kehidupan kita akan selamat dunia dan akhirat.
Lebih lanjut lagi Bupati menghaturkan terima kasih kepada seluruh jajaran Panitia MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat baik dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kementrian Agama Kabupaten Kuningan dan seluruh panitia lokal yang telah berjuang mensukseskan MTQ ini. Setiap hajatan besar di Kabupaten Kuningan selalu sukses, ini berkat kekompakan kita semua selaku aparatur pelayan masyarakat. Tutup Utje.

KUNINGAN RAIH JUARA 3 PKPD-PU


Kabupaten Kuningan kembali meraih prestasi yang sangat membanggakan, setelah kembali mendapat juara 3 dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum ( PKPD-PU ) 2013 dari Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia tahun. Hadiah berupa 1unit kendaraan Pick-up diserahkan oleh Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum Ir. Hartanto, Dipel, senin 7 April 2014 di Ruang Rapat Linggajati.
Menurut Ir. Hartanto Dipel tujuan dari dilaksanakannya Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah adalah untuk meningkatkan kualitas kepada masyarakat di bidang pekerjaan umum serta untuk memotivasi Pemerintah Daerah dalam rangka menyediakan fasilitas insfrastruktur masyarakat.
Kabupaten Kuningan di tetapkan sebagai juara 3 nasional sub bidang Sumber Daya Air setelah melalui penilaian dari Kementrian Pekerjaan umum, dan aspek yang dinilai adalah pengelolaan sumber daya air serta kulaitas pelayanan kepada masyarakat. Jelas Hartanto.
Sementara itu Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama dalam sambutannya mengatakan, dengan telah diterimanya pengahargaan PKPD-PU untuk Kabupaten Kuningan, kami Pemerintah Kabupaten Kuningan merasa bangga dan terhormat atas pengahargaan ini karena perjuangan dan kerja keras kami dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan khususnya bidang Sumber daya air mendapat apresiasi dari Kementrian PU. Ini akan memotivasi kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi kepentingan masyarakat.
Lebih lanjut Acep mengatakan, selain bidang pekerjaan umum ini Kabupaten Kuningan diharapkan dapat berprestasi lagi untuk bidang-bidang yang lainnya karena kepentingan masyarakat bukan hanya bidang pekerjaa umum akan tetapi mencakup semua aspek kehidupan baik yang bersifat fisik maupun mental spritual sehingga masyarakat Kabupaten Kuningan dapat menjadi masyarakat yang sejahtera. Tutup Acep. * DoniS*

Jumat, 03 Januari 2014

Hj UTJE TERIMA ANUGERAH PENGHARGAAN API

Hari ke-31 menjabat Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda yang juga merupakan ketua K3S Kabupaten Kuningan kembali mempersembahkan  kontribusinya bagi Kabupaten Kuningan setelah sebelumnya, Rabu 12 Desember 2013 menerima anugerah penghargaan Parahita Ekapraya (APE) tingkat Pratama Nasional dari Presiden RI, hari ini Jum’at 3 Januari 2014 Hj. Utje Ch Suganda kembali akan menerima anugerah penghargaan Amal Bhakti Bidang Pendidikan Agama dan Bidang Pendidikan Keagamaan bagi Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.
Penghargaan tersebut diberikan sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 227 tanggal 13 Desember Tahun 2013 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam (API) Tahun 2013 dan akan diterima langsung Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda malam ini jam 19.00 WIB pada Tasyakuran Kementerian Agama bertempat di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.
Selain Kabupaten Kuningan, beberapa Bupati serta Walikota akan menerima penghargaan tersebut diantaranya Bupati Gorontalo, Walikota Serang, Bupati Batang, Walikota Ternate, Bupati Lumajang, Bupati Majalengka, Bupati Berau, Bupati Wonogiri, serta Walikota Semarang.
Seperti kita tahu bahwa Kabupaten Kuningan sejalan dengan visinya Kuningan Mandiri, Agamis, Sejahtera Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menjalankan program-program pembangunan baik pembangunan dibidang infrastruktur dan juga dibidang keagamaan, adapun beberapa program dibidang keagamaan diantaranya yang selama ini telah berjalan diantaranya Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda telah membuat Peraturan Daerah tentang Madrasah Diniyah (MD), kemudian ditiap tahunnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga keagamaan melalui beberapa program diantaranya Jum’at Keliling (Jumling), Taraweh Keliling (Tarling) serta memberikan bantuan operasional kepada Badan Amil Zakat, Infak, Shodakoh (Bazis).
Terkait anugerah penghargaan API, Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya konsen terhadap pembangunan infrastruktur saja namun disamping itu pembangunan diberbagai bidang terus menjadi prioritas, salah satunya pembangunan dibidang keagamaan. “Anugerah Penghargaan API ini merupakan bukti pembangunan dibidang keagamaan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Ia, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Kuningan serta stakeholder yang telah berperan serta aktif dalam menjalankan program-program pemerintahan disegala bidang.
(Beben)

Rabu, 01 Januari 2014

Ngawangkong di Pendopo “Ngawangun Lembur”


Kegiatan rutin Pemkab. Kuningan dalam menampung aspirasi masyarakat secara interaktif yang difasilitasi oleh Bagian Humas Setda kembali digelar pada Hari Jumat tanggal 27 Desember 2013 bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan disiarkan langsung oleh tujuh (7) stasiun radio dimulai pada pukul 16.00 s.d. 18.00 Wib, dengan menghadirkanlima (lima) nara sumber yaitu Bupati Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kab. Kuningan, Ketua DPRD Kab. Kuningan, Kepala BPMD Kab. Kuningan dan perwakilan dari Forum Kepala Desa Kab. Kuningan. Peserta yang hadir dalam acara tersebut adalah seluruh Kepala SKPD, para Camat, dan para Kepala Desa se-Kabupaten Kuningan.
Diiringi dengan musik tradisional suling gamelan sunda Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., M.AP mengawali sambutannya dengan ucapan terima kasih atas terselenggara kegiatan silaturahmi antara pejabat dengan masyarakat apalagi direlay secara langsung ditambah dengan adanya komunikasi interaktif dengan audiensi di rumah melalui sambungan telpon maupun sms. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan tidak terjadi distorsi komunikasi karena aspirasi bisa disampaikan secara langsung.
Hal ini diamini oleh nara sumber kedua yaitu Wakil Bupati Kuningan  H.Acep Purnama, S.H., M.H, menurut beliau Kegiatan acara ini merupakan ngawangkong di pendopo perdana bagi kami sebagai Bupati/Wakil Bupati Kuningan, yang jelas kegiatan ini merupakan kesinambungan dari program Ngawangun Lembur era Bupati Kuningan terdahulu yaitu H. Aang Hamid Suganda. Ngawangun Lembur merupakan salah satu program kampanye kami sebelum terpilih,dengan dibangun lembur/desa akan memperkuat akses ekonomi kota karena sebagai penyangga kegiatan utama.
Sementara itu Sekda Kuningan Drs. H. Yosep Seiawan, M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwa membangun desa tidak hanya asal membangun karena harus melalui beberapa proses, salah satunya mengadakan musrembang baik diawali dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten. Berdasarkan hasil on the spot / komunikasi tersebut maka dibuat skala prioritas mengenai kebutuhan desa tersebut yang nantinya disesuaikan dengan Visi/Misi Bupati Kuningan sekarang yaitu Mandiri, Agamis dan Sejahtera. Sasaran utama membangun lembur adalah meningkatkan daya beli masyarakat karena ini merupakan indikator IPM masyarakat Kuningn. Maka di tahun 2014 ini sektor-sektor kemandirian masyarakat melalui SKPD akan terus didorong sesuai kemampuan APBD kita. Dengan memberi masyarakat keterampilan dan pelatihan mereka akan mandiri dalam membekali hidupnya tidak tergantung kepada orang lain. Hal ini menjai prioritas Bupati Kuningan yang baru pastinya dengan dukung pihak legislatif.
Dari pihak legislatif sendiri yang diwakili secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Rana Suparman, S.Sos mengatakan Visi MAS dari Bupati Kuningan terpilih merupakan kelanjutan dari Visi/Misi Bupati Kuningn H.Aang H.Suganda. Cuman yang jelas pihak legislatif mengahrapkan agar dalam mengawali ngawangun lembur dengan membangun insfrastruktur janganlah sampai merubah kultur dari masing-masing masyarakat lembur tersebut. Intinya desa dibangun tetapi tetap mempertahankan tradisi dan karakteristik (kearifan lokal) desa tersebut. Selain itu membangun motivasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan Pemkab.Kuningan harus menjadi prioritas utama karenapihak legislatif hanya mendukung dalam legalisasi, regulasi dan budgeting.
Dalam sambutannya Kepala BPMD Kabupaten Kuningan Drs. H. Deniawan, M.Si menyampaikan kalau BPMD wajib mendukung Visi/Misi Bupati Kuningan baru, salah satunya Program Ngawangun Lembur, yaitu dengan mempersiapkan insfrastruktur desa, meningkatkan sumber daya manusianya, meningkatkan budaya swadaya masyarakat dan gotong royong.Program unggulannya adalah  program rutilahu dan PNPM.
Sementara itu Perwakilan Kepala Desa yang disampaikan oleh Aris Kades Ciwaru yang mewakili para kepala desa merasa bersyukur dengan kegiatan ngawangkong di pendopo ini apalagi dengan tema ngawangun lembur. Karena dengan acaraseperti ini membuka saluran komunikasi mengenai aspirasi masyarakat desa secara interaktif dengan para penentu kebijakan di pemerintah kabupaten. Kami juga meminta agar diberi kepercayaan untuk melaksanakan pembangunan secara swakelola, karena pada kenyataan di lapangan apabila pembangunan dikelola langsung oleh masyarakat desa maka kualitas pembangunan akan lebih baik daripada dikelola oleh pihak ketiga atau rekanan yang ditunjuk oleh Pemda. Kualitas pembangunan dari pihak ketiga sungguh mengecewakan. Barangkali apabila tidak bertentangan dengan peraturan mohon ke depan agar dana pembangunan dikelola langsung oleh swakelola masyarakat desa.
Pada kesempatan yang sama muncul dua spirasi dari peserta Ngawangkong di Pendopo yaitu Kepala Desa Sangkanhurip Kecamatan Cilimus H. Iing, dia menginformasikan dalam jangka waktu delapan bulan memimpin desa sudah bisa membangun gedung serbaguna. Dia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Bupati & Wakil Bupati Kuningan yang baru. Mengakhiri dialognya dia memohon kepada Ibu Bupati agar dalam membangun desa bisa swakelola seperti yang dikatakan kepala Desa Ciwaru. Aspirasi kedua disampaikan oleh Kepala Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Asep Sudiana, menurutnya sebuah kehormatn ketika dirinya baru dilantik hari ini menjadi kepala desa sudah diundang ke pendopo, itu sebuah kebanggaan. Sebagai informasi PNPM di Kecamatan Luragung sudah dua tahun ini bermasalah sehingga bantuan program tersebut sudah distop, beliau berharap melalui Bupati Utje dapat membuka kran kembali kucuran dana melalui PNPM bagi masyarakat Luragung.
Dalam jawaban terhadap aspirasi masyarakatnya Bupati Kuningan menyampaikan bahwa masih banyak potensi di desa yang belum tergarap pemerintah kabupaten oleh sebab itu kami memohon informasi dari pihak desa. Pada prinsipnya pemerintah daerah hanya bisa menstimulan saja tetapi dengan adanya pengoptimalisasikan swadaya masyarakat maka potensi desa tersebut akan muncul dengan prinsip Mandiri, Agamis dan Sejahtera.Prakarsa para kepala desa merupakan faktor utama dalam mensukseskan pembangunan desa. Peranan kepala desa merupakan ujung tombak dalam menggerakan aparat desa terutama menghindari korupsi. Terkait permasalahan PNPM yang terjadi di Kecamatan Luragung beliau akan mengkaji dan konsultasi dengan pengelola PNPM Kabupaten dan apabila memungkinkan Insya Allah dibantu.
Terkait sms interaktif yang masuk dan dibacakan oleh pihak MC terkait pertanyaan UU tentang Desa tahun 2013 di mana setiap desa akan mendapat bantuan dana dari pusat sekitar 1 M / desa , Bupati Kuningan Hj. Utje menjawab bahwa masalah itu memang benar tetapi pemerintah masih menggodok PP-nya dulu sebagai petunjuk teknis bagi pemerintah daerah. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya. (Gumbira)

Selasa, 26 November 2013

LOMBA TUMPENG DAN SENAM MASSAL RAMAIKAN HUT DWP KE-14



Lomba tumpeng dan lomba senam massal yang digelar, Rabu (27/11) dipusatkan di halaman pendopo setda Kabupaten Kuningan, selain itu juga berbagai lomba tradisional lainnya turut serta meramaikan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-14.
Ratusan peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Kuningan antusias berpartisipasi mengikuti berbagai lomba yang diadakan panitia penyelenggara, teriakan, guyonan, serta canda tawa mewarnai perlombaan-perlombaan.
Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan yang juga merupakan Bupati Terpilih periode 2013-2018 Hj. Utje Ch Suganda, M.AP di sela pembukaan perlombaan mengatakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai salah satu organisasi wanita merupakan kumpulan para istri Pegawai Negeri, dalam menjalankan berbagai kegiatan harus serasi dan memotivasi para suami agar mampu memberikan kinerja yang baik bagi pelayanan kepada masyarakat.
“Diusia yang ke-14 ini DWP diharapkan dapat menjadi organisasi yang mandiri untuk terus berkiprah dan berjalan dengan penuh motivasi yang tinggi sehingga tujuan dari organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik,” tandasnya
Kinerja organisasi, lanjut beliau, dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi itu sendiri dengan sangat tergantung pada para pelakunya, dengan adanya kegiatan perlombaan-perlombaan ini diharapkan para pelaku organisasi memiliki jiwa yang sehat. “Jiwa dan raga yang sehat akan banyak berkontribusi dalam berbagai hal terutama dalam mendukung pekerjaan serta aktivitas lainnya.”
Menurutnya, dalam menjalankan peran DWP sebagai organisasi  kemasyarakatan yang bernaung di bawah pemerintah, diharapkan  dapat berperan aktif untuk menyukseskan program kemasyarakatan bersama-sama dengan TP. PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah dimana kedua instansi ini dapat bekerjasama, bergandeng tangan menuju masyarakat sejahtera.
“Kemandirian organisasi Dharma Wanita persatuan terlihat dalam visi organisasi, yakni bertekad untuk menjadi organisasi istri Pegawai Negeri Sipil  yang kukuh, bersatu dan mandiri. Adapun misinya untuk mensejahterakan seluruh anggota melalui bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya,” paparnya
Diharapkannya, sebagai istri dari aparatur tentunya ibu-ibu juga harus memahami dan peka terhadap perubahan paradigma yang sedang berlangsung, para aparatur (suami) dalam menerapkan langkah reformasi birokrasi tentunya harus didukung secara internal oleh keluarga yang harmonis agar dapat berkonsentrasi secara penuh dalam pelaksanaan tugas terkait, hal ini peranan istri  harus menjaga keseimbangan antara aktivitas dalam pekerjaan dan organisasi.
“Peliharalah komunikasi yang baik dalam keluarga serta berikan dukungan dan motivasi terhadap pelaksanaan tugas suami. Sehingga segalanya akan berjalan seirama, lancar dan tanpa ada yang dikesampingkan,” katanya.
Lebih lanjut Penasehat  Dharma Wanita Persatuan Kab. Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, mengharapkan anggota dimana pun berada jadilah warga dilingkungannya menjadi warga yang dapat diteladani, dicontoh oleh masyarakat sekitarnya misalnya baik dalam membina keluarganya, peduli terhadap kehidupan didalam lingkungan masyarakat maupun organisasi.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kuningan  Ny. Yosef Setiawan, serta undangan lainnya. (beben)

Selasa, 19 November 2013

ELANG JAWA PERLU DILESTARIKAN



Sebagai Kabupaten Konservasi, Kabupaten Kuningan telah berusaha berbagai upaya untuk mewujudkannya. Salah satu upaya tersebut adalah penyelamayan satwa dengan menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah No 10 tahun 2009 tentang pelestarian satwa burung yang dilindungi tersebut adalah jenis Elang Jawa.
Elang Jawa adalah jenis burung endemic pulau jawa, artinya jenis ini hidup dan berkembang hnya di pulau jawa dengan daerah penyebaran terbatas hanya di dataran rendah hutan, perbukitan dan pegunungan. Sebagai burung endemic  jawa, maka keberadaan hutan alam di jawa merupakan habitat utama yang sangat rentan dan sensitive terhadap perubahan dan kerusakan hutan alami pulau jawa.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan BTNGC dan Lembaga Swadaya Masyarakat berupaya untuk melestarikan elang jawa dengan cara melepasliarkan seekor elang jawa jantan di kawasan Lambusir kaki Gunung Ciremai, selasa 19 November 2013. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda beserta Istri yang juga Bupati terpilih 2013-2018 Hj. Utje Ch. Suganda, Kepala BTNGC Sulhadi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ukas Suhartaputra SP. MP serta para pecinta alam se-Kabupaten Kuningan.
Menurut Bupati dalam sambutannya, antara kurun waktu 2004-2010 sekitar 110 pasang elang jawa menghilang atau diambil dari alam akibat perburuan dan perdagangan illegal sehingga di alam sekitar 22 pasang menghilang setiap tahunnya.  Perburuan dan perdagangan burung elang juga merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelangsungan populasi elang di alam.
Atas alas an tersebut Pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya untuk dapat melestarikan populasi elang jawa agar tidak punah dan ekosistem hutan tetap akan berlangsung alami sehingga kehidupan manusia akan tetap terjaga dengan baik.  Bupati juga bersyukur pada zaman sekarang masih ada generasi muda yang peduli tehadap alam.
“Saya merasa bangga kepada anak muda yang terus menjaga alam ini sehingga masih terjaga dengan baik alam di Kabupaten Kuningan ini “. Tutup Aang. *DOniS*

Senin, 18 November 2013

224 ORANG PENGURUS PMI RESMI DILANTIK

Sebanyak 224 orang pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan se-Kabupaten Kuningan, Senin (18/11) bertempat di Restoran Lembah Ciremai (LC) resmi dilantik ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, M.AP.
Ikut menghadiri Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, Sekretaris Daerah Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si, Ketua Penyelengara Drs. H. Yayan Sofyan, MM, serta beberapa pemateri dr. HM. Afif Kosasih, M.Kes, Drs. H. Sudirman, SP, MM, dan H. Nana A Sukmana, M.Si.
“Maksud dan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah mengukuhkan Pengurus Palang Merah Indonesia kecamatan-kecamatan periode 2012-2017,” ujar Ketua Penyelengara Drs. H. Yayan Sofyan, MM
Menurutnya, pengurus PMI ini berjumlah 7 orang untuk tiap kecamatan se-Kabupaten Kuningan dan sekaligus akan diberikan pembekalan kepalangmerahan yang terdiri atas bidang penanggulangan bencana dan SDM, bidang pelayanan kesehatan dan UUD, bidang pengembangan organisasi dan kehumasan serta bidang kesekertariatan.

Sementara itu ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, M.AP. mengatakan para pengurus kecamatan yang baru dilantik harus segera mengadakan konsolidasi jangan sampai selesai dilantik dan dikukuhkan tidak ada tindak lanjut.
“Jangan “cicing” atau diam pahami tupoksi sebagai pengurus, buat program kerja yang sesuai dengan situasi dan kondisi kecamatan masing-masing dengan mengacu kepada program kerja PMI kabupaten,” pintanya.
Jajaran pengurus PMI, lanjut Ia, diharapkan dapat mensosialisasikan dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa darah di PMI tidak diperjual-belikan, yang ada biaya hanya untuk mengganti labu, alat habis pakai serta pengolahan darah di laboratotium.
Lebih lanjut, beliau mengatakan, kedepan akan dibentuk PMI Kecamatan percontohan dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja para pengurus.
Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, dalam sambutannya mengatakan, peran PMI kecamatan diharapkan dapat memaksimalkan dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan yang selalu aktif dan peduli terhadap berbagai upaya penanganan masalah kemanusiaan. “PMI harus memiliki kesigapan untuk terjun membantu masyarakat di daerah yang terkena bencana alam maupun di daerah-daerah konflik. “ ujarnya
Tugas dan tanggung jawab moral PMI, lanjut Ia, diperkirakan akan semakin berat, karena saat ini dihadapkan pada kenyataan, bahwa hampir seluruh warga Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam sehingga dituntut kesiapsiagaan PMI untuk turut melakukan antisipasi menanggulangi bencana aalam yang mungkin akan terjadi.
Beliau berharap, kemampuan keluarga besar PMI se-Kabupaten Kuningan untuk membantu mengoptimalkan pelaksanaan bulan dana PMI yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat serta perlu ada terobosan baru yang kelak saudara lakukan untuk lebih mensukseskan pelaksanaan bulan dana PMI di wilayah masing-masing. (beben)