Minggu, 12 Oktober 2014

LKKS Kucurkan Dana Rutilahu dan Modal Usaha Bagi Kube FM




Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial  (LKKS) Kuningan atau dulu yang dikenal dengan K3S merupakan pilar organisasi sosial masyarakat dan mitra kerja pemerintah daerah dalam bidang pembangunan sosial, juga memiliki mitra kerja sampai di level grassroot.
LKKS berperan dalam mengelaborasi dan membangun sinergi dengan segenap unsur pemerintah, masyarakat sipil dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui upaya koordinasi dan advokasi kebijakan dan program, baik yang bernuansa rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial maupun perlindungan sosial guna mewujudkan masyarakat kuningan yang mandiri, agamis dan sejahtera sesuai dengan visi pemerintah kabupaten kuningan.
Dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan telah menggulirkan program stimulan rumah tidak layak huni baik melalui Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja ataupun Bagian Kesra Setda dengan tujuan mengarahkan agar pembangunan kesejahteraan sosial senantiasa selalu bertumpu pada penguatan jati diri bangsa, yakni sifat gotong royong, kesetiakawanan sosial dan semangat keperintisan serta kepahlawanan. Program ini terus dikembangkan, tidak hanya dalam arti normatif dan seremonial, melainkan dalam bentuk aksi nyata, keteladanan dan sosialisasi masif di segenap lapisan masyarakat.
“Sejak tahun 2005 LKKS telah mendukung program Pemerintah Daerah melalui program stimulan rumah tidak layak huni dan stimulan modal usaha bagi kelompok usaha bersama fakir miskin (Kube FM) meskipun dengan kuantitas sasaran yang terbatas, tetapi melalui program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Kuningan, terutama yang terlewat atau tidak terdata oleh SKPD terkait,” terang Wakil Ketua LKKS Kabupaten Kuningan DR. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si. saat menyerahkan bantuan bantuan rutilahu dan Kube FM. Senin (13/10/2014) di kantor LKKS jalan Pramuka no. 53 Purwawinangun Kuningan. Ikut menghadiri Sekretaris LKKS Wibawa Gumbira, S.Sos, M.Pd., Bendahara LKKS Drs. H. Sobana.
Menurutnya, tahun 2014 ini LKKS Kuningan akan menggulirkan program bantuan di atas bagi 5 (lima) orang warga buat perbaikan rutilahu dan 5 (lima) Kube FM diantaranya penerima rutilahu Karmah Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu, Kodir Sutiana Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang, Aep Saepudin Desa Gandasoli Kecamatan Kramatmulya, Jenal Abidin Desa Gidahu Kecamatan Pasawahan, Serta Bukro Desa Randobawagirang Kecamtan Mandirancan sementara untuk bantuan Kube FM diantaranya Dedi Irawan Desa Cikadu untuk usaha bengkel, Epik Desa Cipari untuk usaha warung, Iwan Normansyah Desa Jambar untuk usaha Baso, Jumsih Desa Randobawa untuk usaha warung, serta Toto Desa Cibeureum untuk usaha gorengan.

Minggu, 21 September 2014

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat Mengukuhkan Pengurus LKKS Kabupaten Kuningan



Pada hari Jumat tanggal 19 September 2014 bertempat di Aula Wisma Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Barat Jl. Sadang Serang Nomor 2 Bandung telah dilaksanakan pengukuhan pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2014-2019. Pengukuhan sendiri dilaksanakan langsung oleh Drs. Arifin Harun Kertasaputra selaku Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh segenap pengurus BK3S Provinsi Jawa Barat. Sementara Ketua LKKS Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP berhalangan hadir karena dalam waktu bersamaan ada kegiatan di Semarang Jawa Tengah.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial yang disebutkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah melainkan juga kewajiban dan tanggung jawab masyarakat karena masyarakat memiliki kesempatan yang luas dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, dengan cara mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Untuk efektif dan efisien dalam pembinaan terhadap  Lembaga Kesejahteraan Sosial yang beraneka ragam diperlukan Lembaga Koordinasi yang akan mengkoordinasikan dan juga mengawasi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan secara langsung di setiap daerah. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka perlu dibentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) yang ditetapkan dalam Keputusan Bupati/Walikota.

Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambahkan sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2011 Tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial, dinyatakan bahwa setiap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kotamadya harus Membentuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) sebagai pengganti Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S). Oleh sebab itu pada kesempatan ini secara resmi telah dikukuhkan  Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan Periode Tahun 2014-2019 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor: 460/KPTS.355-Kesra/2014 Tanggal 21 Juli 2014.
Dalam akhir sambutannya Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi terhadap kinerja LKKS Kabupaten Kuningan telah banyak berperan dalam mengelaborasi dan membangun sinergi dengan segenap unsur pemerintah, masyarakat sipil dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui upaya koordinasi dan advokasi kebijakan dan program, baik yang bernuansa rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial maupun perlindungan sosial guna mewujudkan masyarakat kuningan yang mandiri, agamis dan sejahtera.
Sementara itu dalam sambutannya Hj. Utje Ch.Suganda, S.Sos., MAP selaku Ketua LKKS Kabupaten Kuningan yang dibacakan oleh Wakil Ketua Dr. Dian Rahmat Yanuar, M.Si mengungkapkan bahwa pengukuhan hari ini mengingatkan bahwa beberapa tahun yang silam, pekerjaan sosial bukanlah hal yang baru baginya, jauh sebelum beliau menjabat Bupati Kuningan, K3S atau yang sekarang disebut LKKS adalah organisasi sosial pertama di Kuningan yang beliau pimpin sejak tahun 2004. Dengan segala dinamikanya bersama jajaran pengurus bahu-membahu unjuk menjalankan program pelayanan sosial dan dengan suka-duka melalui organisasi ini pula pada tahun 2009 beliau mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu “Satya Lencana Kebaktian Sosial”
Oleh sebab itu ketika diadakan Musda pada tanggal 17 Februari 2014 yang dihadiri seluruh stakeholder di bidang sosial seperti PSM, TKSK, Karang Taruna, Kasie Kesra Kecamatan, Tagana, Forum Panti Sosial serta dinas instansi terkait dimana pada kesempatan forum itu secara aklamasi memilih beliau kembali menjadi Ketua LKKS Kabupaten Kuningan periode 2014-2019, maka dengan niat mengabdi pada negeri beliau mengatakan siap dengan harapan dan optimisme adanya peluang lebih besar mewujudkan kesejahteraan sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial dan kelompok masyarakat kurang beruntung. Harapan dan optimisme ini tentunya didasarkan pada dedikasi dan integritas insan LKKS, serta aktualisasi peran dan kiprah Pemerintah Kabupaten Kuningan selama ini.
Dalam akhir sambutannya beliau berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan dalam setiap langkah dan pengabdian pengurus LKKS sehingga kehadirannya senantiasa dirasakan manfaatnya oleh para PMKS dan kelompok masyarakat kurang beruntung di Kabupaten Kuningan.
Berikut ini susunan pengurus LKKS Kabupaten Kuningan periode 2014-2019: Ketua Umum Hj. Utje Ch. Suganda, S.Sos., MAP; Wakil Ketua: DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan H. Bahrudin, S.Pd.I; Ketua Harian: Dra. Hj. Tuti Rusilawati, MM; Sekretaris: Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd; Bendahara: Esha Hariyantie, S.Pd dan Drs. H. Sobana; Rehabilitasi  Sosial: Kyai Mukdiana dan Kasie Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinsosnaker Kabupaten Kuningan; Pengembangan Sosial: Hj. Nani Iman Taufik dan Kasie Pemberdayaan Sosial Dinsosnaker Kerja Kabupaten Kuningan; Bantuan  & Perlindungan Sosial: H. Iim Ibrahim, SE dan Kasubag Kesos Setda Kabupaten Kuningan; Pemberdayaan Parsosmas: Hj. Iin Aminah dan Entin Supriatin, S.Pd. M.Pd; Kesekretariatan: Entis Sutrisna, Jhon Liesmana Rachmat dan Irwan Lesmana. (Goems)

Rabu, 03 September 2014

BUPATI JENGUK ARYANTO



Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, yang juga Ketua Umum K3S Kuningan secara langsung menjenguk Aryanto anak yang menderita kelainan struktur/bentuk muka bawaan sejak dilahirkan, Aryanto merupakan anak dari pasangan Bapak Sutono dan Ibu Reka yang tinggal di dusun wage Desa Kalimati Kecamatan Japara. Rabu (3/9/2014)
Ikut mendampingi Camat Japara Suryono, S.Sn, MM, Kasubab Publikasi dan Dokumentasi Humas Setda Deni Komara, S.IP, M.Si , serta Kepala Desa Kalimati.
“Kelainan stuktur pada muka Aryanto ini masih bisa ditanggulangi namun harus menunggu dulu minimal berusia 1 tahun 8 bulan sementara ini Aryanto baru menginjak usia 10 bulan, sedangkan idealnya untuk pengambilan tindakan medis secara maksimal harus berusia 2 tahun,” papar Iding Suwardiman Kepala Bidang Program dan Perencanaan Dinas Kesehatan.
Sementara itu Reka Ibunda Aryanto mengaku telah membawa dan mengobati Aryanto ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung namun Aryanto belum bisa diobati secara maksimal karena harus menunggu dulu usia Aryanto sampai berusia 2 tahun. “Saya telah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah terutama Dinas Kesehatan serta telah berupaya melakukan yang terbaik bagi kesehatan Aryanto,” ujarnya
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa Aryanto dan keluarga. “Sabar ya Ibu dan Bapak kami Pemerintah Daerah melihat kondisi seperti ini tidak akan tinggal diam, karena ini merupakan kewajiban bagi kami untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Kuningan yang mengalami musibah,” tandasnya

Menurutnya, nanti Pemerintah Daerah akan mengurusi segala sesuatunya demi kesembuhan Aryanto. ”Pengobatan serta penginapan ketika nanti Aryanto dirawat di Rumah Sakit akan dibiayai oleh Pmerintah Daerah.”   

Rabu, 27 Agustus 2014

KETUA K3S TERJUN LANGSUNG BERSIHKAN SAMPAH


Kepedulian Hj. Utje Ch Suganda tidak hanya sebatas pada kesejahteraan warga masyarakat Kuningan saja yang dalam hal ini selaku Ketua Umum Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) namun selaku Bupati Kuningan beliau pun tidak sungkan untuk terjun langsung membersihkan sampah juga memberikan tauladan kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk terus menjaga kebersihan.
Hal tersebut juga dilakukan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-516 Kuningan serta HUT ke-69 RI, sampah-sampah yang berada di trotoar sepanjang jalan siliwangi dari arah pendopo menuju bunderan cijoho tak luput dari pantauan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, didampingi Wakil Bupati Kuningan H. Acep Purnama, M.H, dan Sekretaris Daerah Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si beserta para pejabat di lingkup setda Kabupaten Kuningan secara serentak dan bersama-sama turun ke jalan untuk secara langsung membersihkan sampah-sampah serta merapihkan tempat-tempat sampah yang sudah tidak layak pakai. Rabu (27/8/2014).
Sambil membawa sapu, serok sampah serta alat kebersihan lainnya seluruh pegawai aparatur sipil negara yang berada di lingkup setda dengan antusias mengikuti arahan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
Di sepanjang jalan Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda terlihat menemui beberapa pedagang beliau menghimbau agar dalam berjualan harus tertib sesuai dengan aturan yang berlaku jangan sampai mengganggu aktivitas pejalan kaki serta harus terus menjaga lingkungan agar tetap bersih.
“Kuningan harus bersih, karena kebersihan merupakan cerminan dari perilaku yang baik. Untuk itu dimulai dari pemimpin kemudian seluruh aparatur pemerintah dan diharapkan ini dapat diikuti oleh masyarakat, kebersihan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam hal ini dinas terkait namun perilaku bersih dari masyarakat itu sendiri sangat penting,” tandasnya Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, bersih itu sebagian daripada iman, bersih pikiran, bersih hati, bersih lingkungan, juga bersih dari korupsi. (beben)

Minggu, 17 Agustus 2014

NILAI-NILAI KEJUANGAN PAHLAWAN MODAL DASAR MENGISI KEMERDEKAAN

Peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan digelar minggu (17/8/2014) di stadion mashud wisnusaputra, bertindak selaku inspektur upacara Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P, dengan komandan upacara Ipda Harry Pramono dari Polres Kuningan.
Ditengah terik matahari seluruh peserta upacara beserta unsur muspida, pejabat, veteran, PNS, serta siswa-siswi mengikuti dengan khidmat seluruh rangkaian upacara diantaranya pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua DPRD Rana Suparman, Pembaca Teks Pancasila oleh AKBP Harry Kurniawan, SIK, MH, serta Pembacaan UUD 45 oleh Dandim 0615 Letkol CZI Dindin Kamaludin.
Bupati Kuningan Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P yang juga Ketua K3S Kuningan dalam sambutannya mengatakan, hikmah terpenting dalam memperingati kemerdekaan diantaranya kita harus melanjutkan nilai-nilai kejuangan para pahlawan untuk dijadikan modal dasar dalam mengisi kemerdekaan dan melanjutkan perjuangan. “Kita harus mampu bekerja keras, agar kita mampu mandiri dan menjadi bangsa yang besar dan disegani serta sejajar dengan negara maju lainnya,” tandasnya
Menurutnya, melalui tema dengan semangat proklamasi 17 agustus 1945 kita dukung suksesi kepemimpinan hasil pemilu 2014 demi kelanjutan pembangunan menuju Indonesia yang makin maju dan sejahtera mengisyaratkan arti betapa penting dan strategisnya makna kemerdekaan dengan menerapkan kebhinekaan dan kokohnya NKRI sebagai harga mati.
Lebih lanjut, Ia mengajak untuk terus memantapkan nilai-nilai ekonomis yang dimiliki baik dibidang pariwisata, peternakan, perikanan, maupun pertanian sehingga mendorong kita menjadi kabupaten yang mandiri dan berdaya saing baik di tingkat wilayah, regional, maupun nasional.
“Saya yakin dan percaya dengan terciptanya kemandirian dibidang ekonomi, kita akan mampu menurunkan angka kemiskinan sehingga masyarakat Kabupaten Kuningan dapat hidup dengan layak dan sejahtera,” ujarnya
Selain itu, beliau mengajak kepada seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Kuningan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan profesional yang mampu menunjukkan sikap melayani tanpa memilah-milah siapa yang harus kita layani.
Diakhir sambutannya, beliau berpesan, untuk bersabar menunggu hasil keputusan sidang mahkamah konstitusi. “Apapun hasilnya sebagai warga yang baik kita harus menerima dengan sikap lapang dada serta mampu menjaga stabilitas nasional. Serta kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap sesuatu hal yang dianggap ganjil dan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah agama dan norma-norma kemasyarakatan.” (beben)

Kamis, 17 Juli 2014

57 PASANG PENGANTIN LAMA DIPERBAHARUI




57 Pasang pengantin lama yang melaksanakan nikah secara siri atau secara agama, Selasa 17 Juni 2014 diperbarui secara hukum negara. Ke 57 pasangan tersebut disyahkan di halaman kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan, hadir dalam acara tersebut Bupati Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda yang juga ketua umum Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kuninga  beserta Ketua Pengadilan Agama Drs. Abdul Basyir, M.Ag.
Dalam sambutannya Bupati Kuningan mengatakan, program yang digulirkan oleh K3S ini adalah dalam rangka melegalkan secara negara dan hukum tentang status perkawinan masyarakat Kabupaten Kuningan yang belum syah secara negara. Karena ini berkaitan dengan administrasi pencatatan negara di Kabupaten Kuningan.
Dengan telah dilegalkannya status perkawinan ini maka dengan otomatis anak-anak yang telah lahir hasil dari perkawinan ini akan mendapatkan akte kelahiran yang bisa dipergunakan untuk administrasi baik ke sekolah maupun kependudukan.
Lebih lanjut Utje mengahturkan terima kasih kepada Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan atas kerjasanya yang telah terjalin dengan baik sehingga proses sidang isbat nikah ini telah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun berjalan tanpa adanya halangan apapun.
Dan kepada para masyarakat yang selama ini belum mempunyai akta nikah, kedepan K3S akan kembali menggelar isbat nikah, sehingga masayarakat kuningan kedepan tidak ada lagi yang tidak mempunyai akte nikah demi kelancaran proses administrasi keturunannya.
Sementara itu menurut salah satu pasangan isbat nikah Mohamad Islamil (44th) dan Warnasih (26th), sebagai pasangan yang telah 9tahun menarungi rumah tangga tanpa adanya akta nikah sangat bersyukur dengan adanya program Isbat Nikah yang diselenggarakan oleh K3S ini, karena yang selama ini diidam-idamkannya kini menjadi kenyataan.
Kedua anaknya yang selama ini tidak mempunyai akta kelahiran, sekarang akan mempunyai akta lahir demi lancarnya proses administrasi baik untuk pendidikan maupun untuk kepentingan yang lainnya. “ Alhamdulilah pak, dengan adanya isbat mikah ini saya sangat bersyukur karena kahirnya anak-anak saya dapat mempunyai akta kelahiran, terima kasih untuk K3s dan Ibu Bupati yang telah mempunyai program ini “. Tutup Ismail. * DoniS*